"Tingkatkan Minat Belajar, SDN 35 Pagaralam Adopsi Kahoot! Berbasis AI" (Dewa Nurkholis)
PAGARALAM - SD Negeri 35 Pagaralam melakukan terobosan pendidikan dengan mengimplementasikan platform Kahoot! berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan minat belajar siswa. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang dengan dewan guru, yang berhasil menciptakan lingkungan belajar lebih menarik dan interaktif.
Bapak Amir Hamzah, ketua tim pengabdian masyarakat UIN Raden
Fatah, menjelaskan strategi implementasi teknologi ini. "Kami memanfaatkan
fitur AI Kahoot! untuk menciptakan pengalaman belajar personalisasi yang mampu
menyesuaikan dengan gaya belajar masing-masing siswa," paparnya. Program
ini didukung oleh Ibu Tutut Handayani sebagai ahli psikologi
pendidikan dan Bapak Miftahul Husni sebagai spesialis pembelajaran
digital.
Pelatihan intensif bagi guru difokuskan pada pemanfaatan
fitur-fitur AI Kahoot! seperti sistem rekomendasi konten otomatis,
analisis pola belajar siswa, dan penyesuaian tingkat kesulitan soal secara
dinamis. "Dengan AI, kami bisa mengidentifikasi minat belajar siswa dan
menyajikan materi dengan cara yang paling sesuai," ujar Bu Rina, guru
kelas 5 yang telah menerapkan sistem ini.
Ibu Shelvia, koordinator inovasi pembelajaran SDN 35,
mengungkapkan perubahan signifikan yang terjadi. "Minat belajar siswa
meningkat drastis sejak kami menggunakan Kahoot! AI. Sistem ini secara otomatis
menyesuaikan tampilan dan jenis soal berdasarkan respon siswa, membuat mereka
terus tertantang namun tidak frustasi," jelasnya. Data menunjukkan peningkatan
65% keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
Siswa-siswa pun memberikan tanggapan positif terhadap sistem
baru ini. "Soalnya berubah-ubah sesuai kemampuan aku. Kalau bisa jawab
dengan benar, berikutnya lebih menantang. Kalau salah, soalnya diulang dengan
cara berbeda," kata Dito, siswa kelas 4 dengan semangat. Banyak siswa yang
kini menghabiskan waktu luangnya untuk mengulang materi melalui platform ini.
Ihsan Nur Fadli, ahli teknologi pendidikan dalam tim ini,
memaparkan mekanisme kerja sistem AI. "Algoritma machine learning
menganalisis ribuan interaksi belajar untuk menciptakan model pembelajaran
optimal setiap siswa. Semakin sering digunakan, sistem ini akan semakin
memahami karakteristik belajar masing-masing anak," jelasnya.
Menyikapi keberhasilan ini, sekolah meresmikan Program
Belajar Personalisasi menggunakan Kahoot! AI sebagai tulang punggungnya.
"Kami mengalokasikan 25% anggaran TIK untuk pengembangan sistem ini,
termasuk pelatihan lanjutan guru dan pembelian lisensi premium," tegas
Kepala SDN 35. Program jangka panjang termasuk pengembangan materi ajar
adaptif berbasis kurikulum lokal.
Dukungan orang tua semakin kuat setelah melihat perubahan
pada anak-anak mereka. "Anak saya yang dulu malas belajar sekarang justru
sering meminta tambahan soal. Sistem ini benar-benar memahami cara belajar yang
paling efektif untuknya," ungkap seorang wali murid. Sekolah berencana
mengadakan parent workshop untuk memperkenalkan sistem ini kepada
orang tua.
Tim KKN UIN Raden Fatah menyiapkan sistem pendampingan
berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan program. "Kami membentuk
Tim Guru AI yang akan bertindak sebagai trainer bagi rekan-rekan mereka,"
jelas Amir Hamzah. Mereka juga mengembangkan modul pelatihan mandiri dengan
video tutorial dan studi kasus penerapan di kelas.
Transformasi pembelajaran di SDN 35 Pagaralam ini menjadi
bukti nyata bahwa teknologi AI dapat menjadi katalisator peningkatan minat
belajar. "Ini baru awal dari perjalanan panjang kami menuju pendidikan
yang benar-benar personal dan menyenangkan," pungkas Ibu Shelvia. Sekolah
ini kini menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lain yang ingin
bertransformasi di era digital.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok 1 KKN-PKM UIN Raden Fatah
Palembang)
Komentar
Posting Komentar