"Sukseskan Kurikulum Digital, SDN 35 Pagaralam Optimalkan Fitur AI Kahoot!" (Almiya Urrobi)
PAGARALAM – SD Negeri 35 Pagaralam mencatatkan diri sebagai pelopor implementasi kurikulum digital melalui pemanfaatan canggih fitur Artificial Intelligence (AI) dalam platform Kahoot!. Kolaborasi inovatif antara tim KKN UIN Raden Fatah Palembang dengan dewan guru ini berhasil mengintegrasikan teknologi pembelajaran adaptif dalam sistem pendidikan dasar, menciptakan terobosan dalam personalisasi pembelajaran.
Bapak Amir Hamzah, ketua tim pengabdian masyarakat,
menekankan pentingnya pendekatan berbasis AI ini. "Fitur AI Kahoot!
memungkinkan sistem secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan soal
berdasarkan kemampuan individual siswa, menciptakan pengalaman belajar yang
benar-benar personal," paparnya. Program ini didukung penuh oleh Ibu
Tutut Handayani sebagai ahli pedagogi digital dan Bapak Miftahul
Husni sebagai spesialis teknologi pendidikan.
Pelatihan intensif selama seminggu difokuskan pada
penguasaan fitur-fitur AI Kahoot! seperti sistem rekomendasi soal
otomatis, analisis pola kesalahan siswa, dan pembuatan jalur pembelajaran
personal. "Dengan AI, kami bisa mengidentifikasi dengan tepat area yang
perlu diperbaiki setiap siswa tanpa harus memeriksa lembar jawaban satu per
satu," ujar Bu Rina, guru kelas 5 yang antusias menerapkan teknologi baru
ini.
Ibu Shelvia, koordinator kurikulum digital SDN 35,
mengungkapkan transformasi yang terjadi. "Fitur AI memberikan kami peta
belajar setiap siswa secara real-time. Sistem ini bahkan bisa memprediksi
kesulitan belajar sebelum terjadi berdasarkan pola jawaban," jelasnya.
Data menunjukkan 90% guru melaporkan peningkatan efektivitas waktu
mengajar setelah menggunakan fitur-fitur AI tersebut.
Siswa-siswa pun merasakan manfaat langsung dari sistem
adaptif ini. "Soalnya selalu pas dengan kemampuan aku. Kalau bisa jawab
dengan benar, soal berikutnya lebih menantang," kata Arif, siswa kelas 4
yang kini lebih percaya diri. Banyak siswa mengaku tidak lagi merasa frustasi
menghadapi soal yang terlalu sulit atau bosan dengan soal yang terlalu mudah.
Ihsan Nur Fadli, ahli AI dalam tim ini, menjelaskan
mekanisme kerja sistem. "Algoritma machine learning Kahoot! menganalisis
ribuan data jawaban untuk menciptakan model pembelajaran optimal setiap
siswa," paparnya. Sistem ini terus berkembang semakin akurat seiring
banyaknya data yang terkumpul dari sesi pembelajaran.
Menyambut kesuksesan ini, sekolah meresmikan Program
Digital Learning Hub dengan Kahoot! sebagai platform utama. "Kami
alokasikan 30% anggaran TIK untuk pengembangan sistem AI ini, termasuk
pelatihan lanjutan dan lisensi premium," tegas Kepala Sekolah. Program
jangka panjang termasuk pengembangan bank soal berbasis AI yang
sesuai dengan kurikulum lokal.
Dukungan orang tua semakin kuat setelah melihat hasil nyata.
"Anak saya sekarang mendapat tantangan belajar yang sesuai kemampuannya.
Tidak lagi merasa tertinggal atau kurang tertantang," ungkap seorang wali
murid. Sekolah berencana mengadakan parent workshop untuk
memperkenalkan sistem pembelajaran adaptif ini kepada orang tua.
Tim KKN UIN Raden Fatah menyiapkan sistem pendampingan
berjenjang untuk keberlanjutan program. "Kami membentuk tim guru ahli
AI yang akan bertindak sebagai trainer bagi rekan-rekan mereka," jelas
Amir Hamzah. Mereka juga mengembangkan modul pelatihan mandiri dengan
video tutorial dan studi kasus penerapan di kelas.
Keberhasilan SDN 35 Pagaralam dalam mengoptimalkan AI untuk
pendidikan ini mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan setempat. "Ini
menjadi model ideal implementasi kurikulum digital yang humanis dan
efektif," pungkas Ibu Shelvia. Sekolah kini menjadi rujukan bagi institusi
pendidikan lain yang ingin bertransformasi di era digital.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok 2 KKN-PKM UIN Raden Fatah
Palembang)
Komentar
Posting Komentar