"SDN 35 Pagaralam Jadi Percontohan Penerapan Media AI Kahoot! se-Kota" (Muhammad Ragil)

 PAGARALAM - SD Negeri 35 Pagaralam resmi ditetapkan sebagai sekolah percontohan penerapan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) menggunakan platform Kahoot! se-Kota Pagaralam. Penetapan ini menyusul kesuksesan implementasi teknologi pendidikan inovatif yang dilakukan melalui kolaborasi dengan tim KKN UIN Raden Fatah Palembang, yang berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan.

Kepala Dinas Pendidikan Pagaralam, Bapak Cholmin Heryadi, M.Pd., secara resmi melantik SDN 35 sebagai sekolah model dalam sambutannya pada acara penandatanganan MoU. "SDN 35 telah membuktikan bahwa integrasi teknologi AI dalam pembelajaran mampu menciptakan transformasi pendidikan yang revolusioner. Kini saatnya sekolah-sekolah lain belajar dari sini," tegasnya. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 25 sekolah dasar se-Kota Pagaralam.




Bapak Amir Hamzah, ketua tim pengembang program dari UIN Raden Fatah, memaparkan komponen-komponen kesuksesan yang patut dicontoh. "Ada tiga pilar utama: pelatihan guru intensif, pengembangan konten berbasis kurikulum lokal, dan sistem evaluasi berbasis data AI," jelasnya. Timnya telah menyusun modul standar yang bisa diadopsi sekolah lain, didampingi oleh Ibu Tutut Handayani sebagai ahli pedagogi digital dan Bapak Miftahul Husni sebagai konsultan teknologi pendidikan.

Ibu Shelvia, Guru Penggerak sekaligus Koordinator Tim Digital SDN 35, membagikan pengalaman praktis sekolahnya. "Dalam tiga bulan terakhir, kami melihat peningkatan 40% partisipasi aktif siswa dan penurunan 30% ketidakhadiran. Sistem AI Kahoot! memungkinkan kami menyajikan materi yang benar-benar sesuai kebutuhan masing-masing anak," paparnya. Sekolah kini memiliki bank soal digital dengan lebih dari 500 butir pertanyaan yang telah dikategorikan berdasarkan tingkat kesulitan dan kompetensi dasar.

Siswa-siswa SDN 35 menjadi bukti nyata keberhasilan program ini. "Aku sekarang lebih percaya diri menjawab soal karena sistemnya tahu batas kemampuanku. Kalau salah, soalnya otomatis lebih mudah dulu," kata Dito, siswa kelas 5 yang nilainya meningkat pesat. Orang tua siswa juga merasakan dampak positif, seperti diungkapkan seorang wali murid: "Anak saya kini punya semangat belajar yang berbeda, lebih mandiri dan antusias."




Ihsan Nur Fadli, Pemateri utama sistem AI ini, menjelaskan keunggulan teknologi yang diterapkan. "Kami mengembangkan algoritma khusus yang tidak hanya menyesuaikan kesulitan soal, tapi juga mampu memprediksi gaya belajar optimal setiap siswa berdasarkan pola interaksi mereka," ungkapnya. Sistem ini telah melalui uji coba selama 6 bulan dengan tingkat akurasi mencapai 85%.

Sebagai sekolah percontohan, SDN 35 kini menyelenggarakan program kunjungan belajar setiap minggu. "Kami siap berbagi pengalaman mulai dari tahap persiapan, implementasi, hingga evaluasi," ujar Kepala SDN 35. Sekolah telah melatih 10 orang guru ahli yang siap menjadi mentor bagi sekolah lain, dilengkapi dengan laboratorium digital yang memadai.

Dinas Pendidikan mengalokasikan dana khusus untuk replikasi program ini. "Dalam tahun anggaran ini, kami akan memprioritaskan 5 sekolah untuk mengadopsi model SDN 35 secara penuh," papar Kabid Pembinaan SD. Rencana jangka panjang termasuk pengembangan Pagaralam Digital Education Hub yang akan menjadi pusat inovasi teknologi pendidikan regional.

Bapak Wali Kota Pagaralam dalam sambutannya menyatakan kebanggaan atas pencapaian ini. "SDN 35 telah menjadi pelopor yang membuktikan bahwa kota kita tidak kalah dalam inovasi pendidikan. Ini adalah langkah konkrit menuju Pagaralam Smart City di bidang pendidikan," ujarnya. Pemerintah kota berkomitmen untuk mendukung penuh ekspansi program ini ke seluruh sekolah dasar.




Dengan status baru sebagai sekolah percontohan, SDN 35 Pagaralam tidak hanya menjadi kebanggaan lokal tapi juga bukti bahwa transformasi digital pendidikan dapat dilakukan secara efektif di tingkat dasar. "Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang kami menuju pendidikan berbasis teknologi yang lebih inklusif dan adaptif," tutup Ibu Shelvia penuh semangat.

 

(Sumber: Dokumentasi Kelompok 2 KKN-PKM UIN Raden Fatah Palembang)

 

Komentar