"Kolaborasi Mahasiswa KKN dan SDN 35 Pagaralam Sosialisasikan Kahoot! AI" (Reksi Nuralipiah)

 Pagaralam – Sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan dilakukan melalui sinergi antara mahasiswa KKN Terintegrasi PKM UIN Raden Fatah Palembang dengan SD Negeri 35 Pagaralam. Kolaborasi strategis ini berhasil menghadirkan workshop pengenalan platform Kahoot! berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digelar pada Sabtu, 8 Februari 2025 di Desa Jokoh, Kecamatan Dempo Tengah. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memodernisasi sistem pembelajaran konvensional.

 


Pelaksanaan kegiatan ini dipimpin oleh tim dosen UIN Raden Fatah yang terdiri dari Bapak Amir Hamzah sebagai ketua pelaksana, didampingi oleh Ibu Tutut Handayani dan Bapak Miftahul Husni selaku pembimbing lapangan. "Platform Kahoot! kami pilih karena kemampuannya mengintegrasikan konsep pembelajaran dengan pendekatan gamifikasi yang disukai generasi digital," jelas Amir Hamzah saat membuka acara. Tim dosen ini secara intensif mendampingi mahasiswa dalam menyusun program pelatihan yang komprehensif.

 

Workshop ini dirancang secara khusus untuk membekali para guru dengan keterampilan membuat konten pembelajaran interaktif. Para peserta diajarkan berbagai fitur canggih Kahoot! mulai dari pembuatan kuis multimedia, pengaturan tingkat kesulitan soal, hingga pemanfaatan analitik pembelajaran. "Yang paling menarik adalah kemampuan platform ini dalam memberikan feedback instan terhadap jawaban siswa," ungkap salah satu guru peserta pelatihan dengan antusias.

 

Ibu Shelvia, Guru Penggerak sekaligus inovator pembelajaran di SDN 35, menyatakan bahwa sosialisasi ini sangat tepat waktu. "Kahoot! menjawab tantangan kami dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa generasi alpha yang sangat akrab dengan teknologi digital," paparnya. Ia menambahkan bahwa platform ini memungkinkan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan individual siswa.

 

Implementasi Kahoot! di kelas-kelas SDN 35 Pagaralam menunjukkan hasil yang menggembirakan. Para siswa yang sebelumnya cenderung pasif kini terlihat antusias mengikuti sesi pembelajaran. "Belajar jadi seperti bermain game yang mendidik. Kami bisa bersaing secara sehat dengan teman-teman," ujar Dito, siswa kelas 5 dengan semangat. Perubahan pola interaksi ini menandai transformasi positif dalam budaya belajar di sekolah.

 


Ihsan Nur Fadli, salah satu pemateri utama, menjelaskan bahwa keunggulan Kahoot! terletak pada kemampuannya mengolah data pembelajaran. "Fitur AI-nya memungkinkan guru menganalisis pola kesalahan siswa dan menyesuaikan materi pembelajaran secara presisi," jelasnya. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran berbasis data (data-driven instruction) yang sedang dikembangkan di berbagai negara.

 

Kepala SDN 35 Pagaralam menyambut baik inisiatif ini dengan menginstruksikan integrasi Kahoot! dalam RPP semua guru. "Kami sudah menjadwalkan kompetisi bulanan Kahoot! antar kelas sebagai motivasi belajar siswa," tegasnya. Sekolah juga berencana membentuk tim pengembang konten digital untuk memastikan keberlanjutan program ini.

 


Dampak positif terlihat dari antusiasme orang tua siswa yang mengapresiasi perubahan metode pembelajaran. "Anak saya kini lebih termotivasi belajar dan sering bercerita tentang pengalaman menggunakan Kahoot! di sekolah," tutur salah satu wali murid. Beberapa orang tua bahkan meminta sosialisasi serupa untuk pembelajaran di rumah.

 

Tim KKN-PKM berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan melalui berbagai mekanisme. "Kami menyiapkan modul digital, forum diskusi online, dan jadwal kunjungan berkala untuk memastikan program ini terus berkembang," ungkap Amir Hamzah. Rencana jangka panjang termasuk pengembangan bank soal digital berbasis kurikulum lokal.

 

Kolaborasi multidisiplin ini menjadi model ideal transformasi pendidikan di daerah. Keberhasilan program di SDN 35 Pagaralam diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk memanfaatkan teknologi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, dan menyenangkan bagi peserta didik di era revolusi industri 4.0.

 

(Sumber: Dokumentasi Kelompok 1 KKN-PKM UIN Raden Fatah Palembang)

 

Komentar