"Guru SDN 35 Pagaralam Diklat Penggunaan Kahoot! untuk Pembelajaran Era Digital" (M Bintang Hibrezi)

 PAGARALAM - Dalam rangka menyambut tantangan pendidikan di era digital, seluruh guru SD Negeri 35 Pagaralam mengikuti pelatihan intensif penggunaan platform Kahoot! sebagai media pembelajaran modern. Diklat selama tiga hari ini diselenggarakan oleh tim KKN UIN Raden Fatah Palembang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat, sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital para pendidik.





Bapak Amir Hamzah, ketua penyelenggara diklat, menjelaskan pentingnya program ini. "Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali guru dengan keterampilan membuat konten pembelajaran digital yang interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa generasi Z," ujarnya. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Ibu Tutut Handayani sebagai ahli media pembelajaran dan Bapak Miftahul Husni sebagai instruktur teknologi pendidikan.

Materi diklat mencakup berbagai aspek pemanfaatan Kahoot! mulai dari tingkat dasar hingga mahir. Para peserta diajarkan cara membuat akun, merancang kuis interaktif, mengintegrasikan multimedia, hingga menganalisis hasil belajar siswa. "Yang paling menarik adalah sesi praktik langsung dimana kami bisa langsung mencoba membuat kuis dan memainkannya bersama," ungkap Bu Siti, salah satu peserta pelatihan.

Ibu Shelvia, guru penggerak digital SDN 35, menyoroti manfaat diklat ini. "Pelatihan ini menjawab kebutuhan mendesak kami akan keterampilan mengajar di era digital. Kahoot! memberikan alternatif metode evaluasi yang lebih menarik dan efektif," katanya. Ia menambahkan bahwa diklat ini dirancang sangat aplikatif dengan contoh-contoh langsung dari kurikulum yang berlaku.




Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi dengan seksama. "Kami belajar teknik membuat soal yang tidak hanya menguji pengetahuan, tapi juga merangsang daya pikir kritis siswa," cerita Pak Andi, guru senior yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. Diklat juga menyediakan sesi khusus untuk memecahkan berbagai kendala teknis yang mungkin dihadapi di lapangan.

Ihsan Nur Fadli, pemateri utama diklat, menekankan pendekatan praktis yang digunakan. "Kami tidak hanya memberikan teori, tapi memastikan setiap peserta mampu langsung menerapkan Kahoot! di kelas mereka mulai besok pagi," tegasnya. Setiap peserta juga mendapatkan modul panduan lengkap dan akses ke forum konsultasi online pasca-diklat.

Menyambut suksesnya kegiatan ini, Kepala SDN 35 Pagaralam menginstruksikan implementasi menyeluruh. "Mulai semester depan, semua guru wajib menggunakan Kahoot! minimal dua kali seminggu dalam proses pembelajaran," ungkapnya. Sekolah juga akan mengadakan diklat lanjutan untuk penguasaan fitur-fitur lebih canggih.

Antusiasme juga datang dari para orang tua siswa. "Kami senang guru-guru mendapatkan pelatihan semacam ini. Pasti akan membuat proses belajar anak-anak lebih menyenangkan dan efektif," ujar seorang wali murid. Beberapa orang tua bahkan meminta diadakan workshop serupa untuk komite sekolah.




Tim penyelenggara memastikan keberlanjutan program melalui berbagai mekanisme pendukung. "Kami menyiapkan helpdesk online, video tutorial, dan akan melakukan kunjungan tindak lanjut," jelas Amir Hamzah. Mereka juga menghibahkan beberapa perangkat pendukung seperti speaker dan layar proyektor untuk memaksimalkan penerapan Kahoot! di kelas.

Keberhasilan diklat ini menjadi bukti komitmen SDN 35 Pagaralam dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi. "Ini adalah langkah awal transformasi digital di sekolah kami," tutup Ibu Shelvia dengan semangat. Dinas Pendidikan setempat berencana menjadikan model diklat ini sebagai contoh untuk sekolah-sekolah lain di wilayah Pagaralam.

 

(Sumber: Dokumentasi Kelompok 1 KKN-PKM UIN Raden Fatah Palembang)

 

Komentar