"Efektif & Seru! Evaluasi Pembelajaran di SDN 35 Pagaralam Pakai Kahoot!" (Zulfiyah Azizah)
PAGARALAM – SD Negeri 35 Pagaralam berhasil menciptakan terobosan baru dalam sistem evaluasi pembelajaran dengan mengadopsi platform Kahoot! sebagai alat penilaian yang efektif sekaligus menyenangkan. Inovasi ini menghadirkan pengalaman evaluasi pembelajaran yang berbeda, di mana siswa tidak lagi merasa terbebani namun justru antusias mengikuti setiap sesi penilaian.
Bapak Amir Hamzah, ketua tim pengabdian dari UIN Raden Fatah
Palembang, menjelaskan keunggulan Kahoot! sebagai media evaluasi.
"Platform ini mengubah paradigma evaluasi yang biasanya menegangkan
menjadi aktivitas menyenangkan. Siswa tidak sadar sedang dinilai karena fokus
pada permainan, namun hasilnya sangat akurat untuk mengukur pemahaman
mereka," ujarnya. Program ini didukung oleh Ibu Tutut Handayani sebagai
ahli evaluasi pembelajaran dan Bapak Miftahul Husni sebagai konsultan
teknologi pendidikan.
Pelatihan guru difokuskan pada teknik membuat instrumen
evaluasi yang komprehensif namun menarik. Para pendidik diajarkan merancang
berbagai jenis soal, mulai dari pilihan ganda hingga jawaban singkat, yang bisa
disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. "Yang luar biasa adalah
kemampuannya memberikan analisis instan. Kami bisa langsung melihat topik apa
yang sudah dikuasai dan mana yang perlu perbaikan," ungkap Bu Desy, guru
kelas 6.
Ibu Shelvia, koordinator evaluasi di SDN 35, memaparkan
transformasi yang terjadi. "Dulu saat ujian, kelas hening dan tegang.
Sekarang riuh rendah dengan teriakan antusias siswa menjawab soal. Namun
hasilnya justru lebih valid karena mereka benar-benar menunjukkan kemampuan
terbaik tanpa tekanan," jelasnya. Data menunjukkan akurasi evaluasi
meningkat 25% dibanding metode konvensional.
Siswa-siswa SDN 35 menyambut gembira metode evaluasi baru
ini. "Aku nggak sadar kalau sedang diuji. Rasanya seperti main game biasa,
tapi Bu Guru bilang ini sebenarnya ulangan," kata Riko, siswa kelas 4
sambil tertawa. Banyak siswa mengaku lebih jujur dalam menjawab karena tidak
merasa sedang diuji secara formal.
Ihsan Nur Fadli, ahli evaluasi pendidikan dalam tim ini,
menjelaskan kelebihan sistem ini. "Kahoot! menghilangkan faktor kecemasan
akademik yang sering mengganggu performa siswa saat ujian. Hasil yang didapat
pun lebih mencerminkan kemampuan aktual mereka," paparnya. Sistem ini juga
memungkinkan evaluasi berulang tanpa membebani siswa.
Menyikapi keberhasilan ini, sekolah merancang sistem
evaluasi hybrid yang memadukan Kahoot! dengan metode tradisional.
"Untuk evaluasi harian kami pakai Kahoot!, sementara ujian semester tetap
menggunakan paper test sebagai pembanding," jelas Kepala SDN 35. Sekolah
juga mengembangkan bank soal digital dengan ratusan butir pertanyaan
yang sudah divalidasi.
Orang tua siswa memberikan respons sangat positif.
"Anak saya yang biasanya stres saat ujian sekarang malah menantikan sesi
evaluasi. Nilainya pun lebih baik karena bisa menunjukkan kemampuan
sebenarnya," tutur seorang wali murid. Beberapa orang tua meminta
diadakan simulasi evaluasi Kahoot! untuk persiapan ujian nasional.
Tim KKN UIN Raden Fatah memastikan keberlanjutan program
dengan membentuk Tim Evaluasi Digital. "Kami telah melatih lima guru
ahli yang akan bertanggung jawab mengembangkan instrumen evaluasi
digital," jelas Amir Hamzah. Mereka juga menyiapkan sistem monitoring
untuk memastikan kualitas evaluasi tetap terjaga.
Transformasi sistem evaluasi di SDN 35 Pagaralam ini
membuktikan bahwa penilaian pembelajaran tidak harus kaku dan menegangkan.
"Dengan pendekatan yang tepat, evaluasi bisa menjadi bagian dari proses
belajar yang menyenangkan," pungkas Ibu Shelvia. Sekolah ini kini menjadi
pionir dalam mengembangkan sistem penilaian alternatif yang efektif di era
digital.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok 2 KKN-PKM UIN Raden Fatah
Palembang)
Komentar
Posting Komentar