"Dukung Merdeka Belajar, Guru SDN 35 Pagaralam Manfaatkan Teknologi Kahoot!" (Sultan Febryan)

 PAGARALAM - Dalam upaya mewujudkan semangat Merdeka Belajar, para guru di SD Negeri 35 Pagaralam melakukan terobosan dengan mengadopsi platform pembelajaran digital Kahoot! sebagai media pembelajaran inovatif. Implementasi teknologi ini merupakan hasil kolaborasi dengan mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang yang berkomitmen mendukung kebijakan pendidikan nasional tersebut.





Bapak Amir Hamzah, koordinator program dari UIN Raden Fatah, menjelaskan keselarasan program ini dengan filosofi Merdeka Belajar. "Kahoot! memberikan kebebasan bagi guru untuk berkreasi dengan konten pembelajaran, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk belajar sesuai gaya dan kecepatannya masing-masing," paparnya. Program pendampingan ini didukung oleh Ibu Tutut Handayani sebagai ahli pembelajaran aktif dan Bapak Miftahul Husni sebagai konsultan teknologi pendidikan.

Pelatihan intensif selama seminggu difokuskan pada pengembangan media pembelajaran yang selaras dengan prinsip Merdeka Belajar. Para guru diajarkan membuat berbagai jenis kuis interaktif, mulai dari evaluasi formatif hingga permainan pembelajaran tematik. "Platform ini memungkinkan saya menciptakan materi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan khusus siswa di kelas," ujar Bu Rina, guru kelas 5 yang antusias.




Ibu Shelvia, guru penggerak Merdeka Belajar di SDN 35, menekankan perubahan paradigma yang terjadi. "Dengan Kahoot!, kami bisa menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara praktis. Setiap anak mendapat tantangan sesuai level kemampuannya," jelasnya. Data menunjukkan 75% siswa kini lebih aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran dibanding metode konvensional sebelumnya.

Siswa-siswa SDN 35 merasakan langsung manfaat pendekatan baru ini. "Aku bisa belajar dengan caraku sendiri. Kalau belum paham, bisa diulang-ulang sampai mengerti," kata Aldi, siswa kelas 4. Banyak siswa mengaku lebih percaya diri dalam belajar karena tidak takut membuat kesalahan dalam proses pembelajaran.

Ihsan Nur Fadli, salah satu instruktur pelatihan, menjelaskan bagaimana Kahoot! mendukung konsep Merdeka Belajar. "Platform ini memberikan umpan balik instan, memungkinkan siswa segera merefleksikan pemahaman mereka tanpa harus menunggu evaluasi akhir," ujarnya. Fitur analitiknya juga membantu guru melakukan asesmen diagnostik secara real-time.

Menyambut keberhasilan ini, sekolah mengintegrasikan Kahoot! dalam program Merdeka Mengajar mereka. "Kami alokasikan waktu khusus setiap pekan untuk pengembangan media pembelajaran digital berbasis platform ini," tegas Kepala SDN 35. Sekolah juga merencanakan festival media pembelajaran dimana guru bisa saling berbagi kreasi konten terbaik mereka.




Dukungan orang tua terhadap inovasi ini sangat positif. "Anak saya sekarang lebih mandiri dalam belajar dan punya motivasi intrinsik yang kuat," ungkap seorang wali murid. Beberapa orang tua bahkan meminta workshop serupa untuk memahami cara mendampingi anak belajar dengan pendekatan baru ini.

Tim KKN UIN Raden Fatah memastikan keberlanjutan program melalui pembentukan Komunitas Guru Merdeka Belajar. "Kami telah melatih guru-guru penggerak yang akan menjadi agen perubahan di sekolah ini," jelas Amir Hamzah. Mereka juga menyiapkan bank konten pembelajaran siap pakai yang bisa diakses semua guru.

Transformasi pembelajaran di SDN 35 Pagaralam ini menjadi bukti nyata implementasi Merdeka Belajar yang efektif. "Dengan teknologi yang tepat, kita bisa mewujudkan pembelajaran yang benar-benar berpusat pada siswa," pungkas Ibu Shelvia. Sekolah ini kini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat memperkuat semangat kemerdekaan dalam belajar.

 

(Sumber: Dokumentasi Kelompok 1 KKN-PKM UIN Raden Fatah Palembang)

 

Komentar