"Belajar Jadi Menyenangkan! SDN 35 Pagaralam Kenalkan Kahoot! sebagai Media Interaktif" (Rahmat Alfarozi)
Pagaralam - Suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif kini menghiasi kelas-kelas di SD Negeri 35 Pagaralam berkat penerapan platform Kahoot! sebagai media pembelajaran terbaru. Inovasi pendidikan ini diperkenalkan melalui program kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang dengan para guru setempat pada awal Februari 2025 lalu, membawa angin segar dalam metode pengajaran konvensional.
Bapak Amir Hamzah, ketua tim pelaksana program dari UIN
Raden Fatah, menjelaskan filosofi di balik pemilihan Kahoot! "Platform ini
kami pilih karena kemampuannya mengubah proses belajar yang biasanya monoton
menjadi sesi yang dinamis dan menyenangkan, seperti bermain game tetapi tetap
kaya akan muatan edukasi," ujarnya. Pendampingan ini juga melibatkan dua
dosen lainnya, Ibu Tutut Handayani dan Bapak Miftahul Husni, yang secara
intensif membimbing para guru dalam menguasai teknologi baru ini.
Pelatihan selama dua hari tersebut berfokus pada
pengembangan konten pembelajaran kreatif. Para guru diajarkan membuat kuis
interaktif dengan berbagai fitur menarik seperti penyisipan gambar, video,
musik, hingga pengaturan timer untuk setiap soal. "Kami terkejut melihat
betapa mudahnya membuat materi ajar yang menarik dengan platform ini,"
ungkap Bu Siti, salah satu guru kelas 4 yang antusias mengikuti pelatihan.
Ibu Shelvia, Guru Penggerak di SDN 35 Pagaralam, menekankan
perubahan signifikan yang terjadi di kelas. "Anak-anak yang biasanya sulit
berkonsentrasi sekarang malah berebut menjawab pertanyaan. Suasana kelas
menjadi lebih hidup dengan sistem poin dan leaderboard yang membuat mereka
termotivasi," ceritanya dengan semangat. Ia menambahkan bahwa Kahoot!
berhasil menciptakan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih menyenangkan.
Siswa-siswa SDN 35 Pagaralam pun memberikan respons yang
sangat positif. "Aku paling suka kalau belajar pakai Kahoot! karena
seperti main game tapi sekaligus belajar. Waktu jawab soal, ada musiknya dan
bisa lihat ranking di kelas," kata Aldi, siswa kelas 5 dengan mata
berbinar. Banyak siswa yang bahkan meminta tambahan waktu untuk bermain kuis
Kahoot! di luar jam pelajaran.
Ihsan Nur Fadli, salah satu pemateri dalam pelatihan ini,
menjelaskan keunggulan teknologi yang diterapkan Kahoot!. "Sistem AI-nya
mampu menyesuaikan tingkat kesulitan soal berdasarkan kemampuan siswa, sehingga
proses belajar menjadi lebih personal dan efektif," paparnya. Fitur
analitiknya juga memungkinkan guru memantau perkembangan setiap siswa secara
real-time.
Menyikapi kesuksesan awal ini, Kepala SDN 35 Pagaralam
segera membuat kebijakan untuk mengintegrasikan Kahoot! dalam proses belajar
mengajar. "Kami akan mengadakan lomba Kahoot! bulanan antar kelas dan
memberikan penghargaan bagi siswa dengan pencapaian terbaik," ungkapnya.
Sekolah juga berencana mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan media
pembelajaran digital.
Dukungan juga datang dari orang tua siswa yang mengapresiasi
perubahan metode belajar. "Anak saya sekarang lebih semangat berangkat
sekolah dan sering bercerita tentang kuis-kuis seru di kelas," kata
seorang wali murid. Beberapa orang tua bahkan meminta diadakan pelatihan serupa
untuk dapat mendampingi anak belajar di rumah menggunakan platform ini.
Tim KKN UIN Raden Fatah berkomitmen untuk terus mendampingi
sekolah dalam mengoptimalkan penggunaan Kahoot!. "Kami telah menyiapkan
modul lanjutan, grup diskusi online, dan jadwal kunjungan rutin untuk
memastikan keberlanjutan program ini," jelas Amir Hamzah. Mereka juga akan
membantu sekolah dalam mengembangkan bank soal digital yang sesuai dengan
kurikulum lokal.
Transformasi pembelajaran di SDN 35 Pagaralam ini menjadi
bukti nyata bahwa inovasi teknologi pendidikan dapat menciptakan pengalaman
belajar yang lebih menyenangkan dan efektif. Keberhasilan program ini
diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain di wilayah Pagaralam untuk
melakukan terobosan serupa dalam menghadapi tantangan pendidikan di era
digital.
(Sumber: Dokumentasi Kelompok 1 KKN-PKM UIN Raden Fatah
Palembang)
Komentar
Posting Komentar